Depok-Dinas Psikologi AU November 28, 2008
Posted by hermawandhr in Tips & Triks.Tags: Angkot, Dinas Psikologi AU
trackback
Just wanna make anything easy, itulah tujuan tulisanku saat ini. Bagiku- yang notabene dari daerah- daerah jakarta bagaikan hutan belantara. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat, terlebih dahulu harus kusiapakn kompas, peta, dan catatan-catatan kecil mengenai “hutan” yang akan aku datangi. Terlebih lagi, aku tidak memiliki kendaraan. So, aku sangat bergantung sekali pada angkot (red: angkutan kota) yang ada. Tentu saja setiap angkot memiliki “aturan” sendiri. Tidak seperti taxi, kemapun kita pergi, dia akan dengan senang hati mengantarkan kita, tentunya dengan biaya yang tidak sedikit.
Dinas Psikologi Angkatan Udara, Halim Perdana Kusuma. Where is it? How to be there? how long that i need to be there?
Pertanyaan-pertanyaan itu ada dibenakku saat aku mendapat panggilan psikotes dari PLN. Kebetulan saat ini PLN akan memakai jasa LABPSIAU dalam rangka rekrutmen pegawai barunya. Alhamdulillah, saat itu jadwalku siang, pkl. 12.00 WIB. Jadi aku punya banyak waktu, untuk tersesat dkk. Aku rasa aku harus terus bersyukur. H-1 sebelum tes, aku bertemu dengan temanku yang kebetulan dia pun akan mengikuti tes tersebut pada pukul 10.00 WIB di mushola deket kost-an. Dia ternyata telah melakukan survey. Sejurus aku langsung tanya, “Naek angkot apa aja kesana? berapa lama?”
Karena hafalan ku jelek, jadi aku bilang padanya, “Nanti sore kita ketemuan lagi ya, aku ingin mencatat pada kertas biar ga lupa!” Aku memang harus bisa lebih bersyukur.Sore hari, saat aku bertemu dengannya, dia dengan tersenyum menyerahkan secarik kertas yang didalamnya telah tertulis petunjuk dan sketsa peta menuju kesana. Alhamdulillah, terima kasih ya qJJI karena telah memberi teman-teman yang baik untukku.
Aku baca petunjuk itu, aku liat petanya. Luar biasa sangat jelas dan simple. Besoknya akupun pergi kesana sekitar pkl. 09.30 WIB. Aku sampai ke tujuan sekitar pkl. 11.05 WIB.
Jadi intinya, naik apa saja kalu ingin ke Dinas Psikologi AU (dari Depok)??? Oke, I’ll tell you now.
- Dari depok naik KowanBisata T511 (inget ada KowanBisata 511A, body ma warnanya sama). Turun di UKI, tepatnya di jembatan Busway UKI. Ongkosnya cukup murah, hanya Rp 3.500,-. Nunggu busmini ini lumayan lama, bisa sampe setengah jam.
- Dari UKI, nyembrang jembatan Busway, lalu jalan ke kiri sampai nemuin tukang buah-buahan. Klo masih pagi pada belum buka. Lalu jalan ke kanan melewati terowongan, sampai ketemu jalan yang lumayan gede.
- Setelah itu tunggu angkot (carry) warna biru muda jurusan Trans Halim. Kayaknya hanya ada angkot ini aja dech…!!! Perjalanan dengan angkot ini hanya sampai pertigaan Jengki. Inget Pertigaan Jengki. Ongkosnya lumayan murah, hanya Rp 2.500,-
- Dari pertigaan Jengki naik angkot yang berbody dan berwarna sama, tapi yang ke arah kiri. Tapi sebelumnya tanya dulu, angkot itu jurusan halim apa bukan. Angkot ini angkot yang terakhir. Nanti tanya/minta aja pak supirnya untuk menurunkan kita di depan Dinas Psikologi AU. Tidak percis didepannya, tapi kita harus jalan ke arah kiri sekitar 50 meter. Ongkosnya lumayan murah, hanya Rp 2.500,-
Itu adalah cara pergi ke Dinas Psikologi AU cara temenku. Tapi setelah aku kesana, ternyata ada cara lain:
- Dari depok naik 19, turun di pasar rebo. Trus naik 06A turun di PGC. Trus naik lagi angkot jurusan halim, turun di depan Dinas PSikologi AU, sama kayak yang diatas.
Cara kedua lebih cepat, kalau saja di Kramat Jati tidak macet. Saat ini di kramat jadi macet karena ada oerbaikan jalan. Cara pertama tidak lewat Kramat Jati, jadi aman. Tapi sayang, menunggu T511-nya lama. Kalau mau cepet kombinasikan saja:
- Dari depok naik 19. Berdoa saja, agar di pasar rebo suadah ada T511 yang menunggu kita, lalu ikuti cara pertama.
Diakhir tulisan ini, aku ingin mengucapkan terimakasih pada temanku Tri Hantoro, atas petunjuknya. Lalu terima kasih pada orang tuaku atas ongkosnya, hehehehehe…! Dan tak lupa aku berterimakasih pada-Mu ya qJJI… atas semuanya (tak bisa kusebut dan tak bisa kuhitung), alhamdulillah…..
”Fabi ayyi ala i Robbi kumma tukadzdzibaannn…” Nikmat mana lagi yang akan kau dustakan hai manusia… (Ar-Rohman, disebutkan berkali-kali)
Comments»
No comments yet — be the first.