Pintalah Pundak Yang Lebih Kuat December 17, 2008
Posted by hermawandhr in Renungan.Tags: kuat, pikul, pundak
trackback
Malam ini, maksudnya siy cuma pengen minta makanan ke kakak kelas yang kebetulan baru dapat kiriman. Tapi subhanaqJJI, yang kudapat jauh lebih berharaga dari itu. Walaupun begitu makasih ya atas coca-cola dan wafer nisin, serta dodol nya…
Tadi aku ngobrol lumayan panjang dengan dia. Topiknya sekitar tentang pekerjaan, rasa syukur, dan doa. Kali ini, aku hanya akan menulis tentang doa. Sebenarnya pengen nulis yang rasa syukur siy, cuma kata-katanya dah lupa.
Ya qJJI, berikanlah kepada ku pundak yang lebih kuat, pundak yang bisa memikul beban yang lebih besar dan berat lagi….
ya, itu sepengal kalimat yang dia ucapakan padaku. Akupun bingung dan berkata, “bukannya kalo seperti itu berarti kita menantang qJJI ?”. Dia pun lalu bertanya, “Tahu ga, tugas manusia di dunia ini?”. “Ya, menjadi kholifah kan?”, aku bilang. Ternyata jawabanku salah, tugas manusia di dunia adalah meminta. qJJI dalam wahyunya mengatakan:
Mintalah kepada Ku, niscaya akan Aku kabulkan (QS. Al-Mu’min: 60)
Selama ini aku selalu meminta agar qJJI tidak memberikan cobaan/ujian/beban yang tidak bisa aku pikul. Hal ini memang tidaklah salah karena doa ini qJJI tuliskan dalam QS Al-Baqoroh.
Tapi kenapa kita tidak merubah mindset kita? qJJI maha kuasa, qJJI tempat meminta. Lalu kenapa kita tidak meminta diberi pundak yang lebih kuat agar bisa memikul beban yang lebih besar!!!
jadilah org besar… jangan2 saat ini kita terjebak menjadi orang2 kecil yg sombong…
Sahabat tujuan kebaikanku,
Hentikanlah pengejaran mu atas kecantikan dan keindahan yang tidak terlihat dari balik dinding,
dan utamakanlah pengembangan dirimu untuk menjadi pribadi yang kebaikannya terlihat saat engkau tidak hadir, dan yang tetap ada saat kehadiran jasadmu di dunia ini selesai.
Ketahuilah bahwa kecantikanmu hanya ada saat terlihat, tetapi kebaikanmu akan selalu ada bahkan bagi orang yang tidak mengenalmu dan tidak mengetahui bahwa itu adalah kebaikanmu.
Lalu,
Mengapakah engkau demikian gelisah dan tergesa-gesa mengejar keindahan dan kelengkapan yang hanya ada bila terlihat, dengan mengorbankan keindahan dari kehidupan yang sesungguhnya?
Untung saja, engkau belum dibuat berhasil dalam pengejaran palsu itu, agar engkau tak mengira bahwa yang sia-sia adalah jalan yang benar.
Dan bila engkau sedang dilambatkan dalam pengejaranmu dan sedang dirabunkan dalam pencarianmu, mungkin itu karena engkau sangat disayangi dan sedang ditunggu pengertianmu untuk mendahulukan yang lebih baik.
sabar.. dan lihat hasilnya
nuhun,,, tapi teu ngarti Jang…. hehehehe…